Tiga Kata Ajaib Kunci Keberhasilan Komunikasi
Ilustrai tiga kata ajaib (Foto: Pinterest)


Ada tiga kata ajaib (three magic words) yang sering terlupakan yang menjadi kunci keberhasilan komunikasi: maaf, tolong, dan terima kasih. Ketiga kata ajaib itu pula yang bisa membangun hubungan baik dengan sesama.

Manusia terlahir sebagi makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dalam kehidupannya. Interaksi dengan sesama dapat menimbulkan berbagai dampak positif maupun negatif apabila kita tidak pandai menempatkan diri di dalam lingkungan. 

Untuk terciptanya hubungan yang selaras dengan sesama, penggunaan etika berkomunikasi yang tepat sangat memegang peranan penting. Komunikasi yang positif tentu akan memiliki dampak yang positif, sebaliknya seringkali permusuhan terjadi, diakibatkan komunikasi yang negatif.

Tanpa disadari ada beberapa kata yang memiliki banyak manfaat 'ajaib', bahkan kata-kata tersebut dapat membuat orang menjadi bahagia. 

3 Kata Ajaib


Ada tiga kata ajaib yang dapat menjadi kunci keberhasilan komunikasi dengan umpan balik (feedback) positif sebagaimana yang diharapkan oleh komunikator (pemberi pesan). 

Tiga kata tersebut adalah kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Tiga kata ini memiliki kekuatan yang luar biasa, jika diucapkan dengan cara yang benar dan tepat waktunya. 

Efek positif dari penggunaan ketiga kata ini mampu mengubah lawan menjadi kawan, mengubah benci menjadi cinta, bahkan menyulap amarah menjadi kasih sayang.

1. Tolong


Faktanya, memang kita sering terlupa bahwa meminta bantuan dapat dilakukan dengan cara-cara yang lebih santun dan enak didengar. 

Mudah saja, cukup dengan menambahkan kata “tolong", maka semua terdengar lebih baik. Apa sulitnya menambahkan satu kata di deret kalimat permintaan bantuan itu? 

Menggunakan kata “tolong” tidak pernah merendahkan diri kita sebagai orang yang meminta bantuan. Justru menandakan bahwa kita menghormati orang yang hendak memberi bantuan kepada kita.

Kata “tolong” membuat kita lebih sadar akan kelemahan dan keterbatasan yang dimiliki. Dengan mengucap “tolong” kita lebih mampu untuk menerima diri sendiri secara apa adanya, dan melihat apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan. 

Kata “tolong” memberikan energi positif bagi lawan bicara kita dan mereka akan termotivasi untuk melakukan hal yang kita butuhkan dengan lebih baik

Memberikan perintah dengan menggunakan kata “tolong” pada awal kalimat juga akan memberikan efek psikologis yang berbeda jika dibandingkan dengan perintah tanpa kata “tolong”. 

Tanpa diawali kata “tolong”, kita seolah-olah hanya sekedar menyuruh orang lain namun jika diawali dengan kata “tolong”, maka kita menyuruh orang lain yang dilandasai atas penghargaan terhadap orang tersebut. 

Kata “tolong” mengandung kekuatan yang dasyat untuk mengubah pendirian seseorang, yang tadinya merasa enggan untuk membantu, karena merasa ada penghargaan atas dirinya, maka akan membuat sesorang melakukan yang dimohonkan dengan sukarela.

2. Maaf


Mungkin kata ini menjadi kata yang paling sulit diucapkan. Karena pada dasarnya manusia memiliki ego dan gengsi yang tinggi untuk mengakui kesalahan. 

Pada kenyataannya, tidak jarang pula, yang bersalah justru yang paling besar aura perdebatannya, semata-mata hanya untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah atau bukan ia yang paling salah.

Dengan kata “maaf”, kita dapat menurunkan ego atas ke-Maha Benar-an yang ada di dalam diri. 

Sesungguhnya tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan, yang membedakannya dari orang-orang yang melakukan kesalahan tersebut ialah tindakan yang mereka lakukan setelahnya. Apakah dia akan menyesali perbuatannya dengan meminta “maaf”, atau tidak?

Tentu kita semua setuju bahwa tindakan yang tepat untuk dilakukan setelah seseorang melakukan sebuah kesalahan ialah meminta “maaf”. Namun nyatanya tidak demikian setelah melakukan kesalahan, umumnya seseorang lebih sering melakukan pembenaran mengenai kesalahan yang mereka lakukan daripada meminta maaf.

Untuk mengatakan “maaf”, secara tidak langsung memberikan makna bahwa kita memiliki rasa tanggungjawab terhadap apa yang telah kita lakukan. “Maaf” bukan berarti menujukan bahwa seseorang itu lemah atau kalah, tetapi juga memberikan arti untuk menghargai orang lain dan membawa kedamaian pada kita sendiri. 

Orang yang mampu mengakui kesalahannya justru adalah pemenang sejati. Dengan “maaf” kita jadi lebih mengerti bahwa selain perasaan kita sendiri ada perasaan orang lain yang berhak dihargai. Jangan pernah menuntut lebih kepada orang lain untuk menghargai kita, jika kita belum tergerak untuk belajar menghargai orang lain.

3. Terima Kasih


Tanpa kita sadari, kita selalu mengabaikan bahwa segala hal baik yang orang lain lakukan kepada kita adalah satu bentuk bantuan dan kemudahan yang menghadirkan energi positif dalam diri kita. 

Pada kenyataannya kita masih saja selalu berat mengakui bahwa kebaikan-kebaikan tersebut layak untuk diapresiasi. Bahkan untuk sekedar mengucapkan “terima kasih” kita terbebani dengan berbagai alasan. 

“Ya kan memang itu tugas dia”, “Itu memang hal yang biasa dia lakukan”, “Dia melakukannya karena membalas kebaikanku” dan alasan lainnya.

Bentuk penghargaan atas upaya seseorang itu tidak harus berbentuk medali, piala, lencana emas, apalagi uang. 

Hal paling sederhana, murah, dan mudah yang dapat kita lakukan adalah mengucapkan “terima kasih”. Sekecil apa pun bantuan yang telah ia berikan, karena tanpa kita sadari, hal itu sangat membantu kita di kala kesulitan.

Kata “terima kasih” membuat kita lebih menghargai hal-hal kecil dan memahami bahwa semua hal baik di dunia ini memiliki makna yang besar. 

Kata "terima kasih” juga memberikan kesan yang baik bagi orang lain. Karena akan membuat seseorang merasa dihargai, mereka akan melakukan lebih baik lagi di lain waktu, dan hal tersebut nantinya juga dapat membawa dampak positif bagi kita. Begitu pula sebaliknya.

Ucapan “terima kasih” tidak hanya saat kita mendapatkan barang atau materi, namun juga di saat kita mendapatkan pertolongan, begitupun saat mandapat pujian atau apapun yang dapat memberi rasa senang atau nyaman dalam kehidupan kita. 

Mengucapkan “terima kasih” dapat diartikan juga sebagai rasa syukur terhadap apa yang telah diperoleh.

Memahami kekuatan ketiga kata tersebut dan menggunakannnya dalam kehidupan sehari-hari tidaklah sulit, semuanya kembali pada kemauan dan kesadaran kita untuk terciptanya kehidupan yang lebih baik dengan cara berkomunikasi yang tepat. Untuk itu mari kita membiasakan diri berkata-kata yang baik mulai dari sekarang. 

Lingkungan yang dihiasi dengan pikiran positif, kalimat-kalimat positif, dan energi positif akan menghasilkan suatu kehidupan yang lebih baik dan produktif.

Itu dia Tiga Kata Ajaib Kunci Keberhasilan Komunikasi dan Hubungan Baik: Tolong, Maaf, Terima Kasih.

Sumber :

1. Elisabeth Sylvie, Tiga Kata Ajaib Dalam Kehidupan Sehari-Hari
2. Salman Ali Rofiq, Tiga Kata Ajaib, Dahsyatnya Energi Ungkapan “”Tolong”, “Maaf”, dan “Terima Kasih”.
4. Hanung W L, 3 Kata Ajaib yang Sering Terlupakan: Maaf, Tolong, dan Terima Kasih