Latihan Penyiar Radio


Untuk menjadi penyiar radio jelas perlu latihan. Ikut kursus penyiar lebih bagus lagi!

Yang bercita-cita menjadi penyiar atau presenter perlu menyiapkan dan melatih dirimu sendiri untuk ikutan audisi atau rekrutmen. 

Berikut ini pelajaran dan latihan yang harus dilakukan secara rutin untuk menjadi penyiar.

1. Latihan bicara dengan artikulasi yang jelas. 

Saat latihan bicara, anggap saja kamu sedang ngobrol atau pidato. Atau kalau mau sambil baca teks juga tidak apa-apa. 

Pastikan setiap kata yang kamu ucapkan jelas. Kemudian, jangan bicara terlalu cepat atau terlalu lambat. Untuk mengevaluasi, coba rekam suaramu.

2. Lakukanlah hal-hal yang kamu latih dalam keseharian. 

Biasakanlah untuk berkomunikasi dengan jelas! Misalnya, dengan melafalkan kata-kata dengan benar dan mengontrol kecepatan bicara.

3. Menggunakan bahasa formal. 

Tak harus setiap saat, sih, tapi seetidaknya, kalau kamu mendapat kesempatan berbahasa formal—seperti kalau lagi presentasi atau diskusi di kelas—coba maksimalkan kesempatan tersebut. 

 Kenapa? Supaya kamu tidak kaku saat harus berkomunikasi dalam bahasa formal. Penyiar diharuskan memiliki kemampuan ini, lho!

4. Latihan menyampaikan teks ala penyiar 

Cobalah dengan baca koran atau majalah dengan gaya berbicara seperti penyiar. Sesuaikan gaya penyampaiannya dengan teks yang dibaca. 

Kalau lagi baca berita serius, pembawaan kamu juga harus seperti pembawa berita. Kalau sedang membaca artikel santai, pembawaan kamu harus relaks dan personal, seperti lagi ngobrol. 

Untuk suatu siaran yang bergaya santai, kamu bisa bicara sambil tersenyum supaya intonasi kamu ikut terdengar rileks.

5. Baca koran dan update berita

Seorang penyiar wajib tahu perkembangan berita terkini. Apabila kamu ingin jadi penyiar radio atau presenter musik, kamu juga harus mengikuti perkembangan musik. 

Setidaknya tahu, deh, lagu-lagu hits lokal dan internasional yang terbaru.

6. Perluas wawasan

Selain paham info-info terkini, pengetahuan umum seorang penyiar juga mesti luas, apalagi penyiar sering membahas berbagai macam hal. 

Wawasan bisa kamu dapat dari beragam sumber, seperti media, blog, buku, film, pergaulan, dan lingkungan sekitar. Yang penting kamu harus proaktif untuk memperkaya wawasan.

7. Latihan presenting di depan kaca

Latihan ini memiliki tujuan untuk melatih gestur dan ekspresi kamu, khususnya kalau kamu mau jadi MC. 

Paling afdol lagi kalau latihannya direkam kamera, supaya kamu bisa mengevaluasi diri. Kadang kita tidak sadar, lho, dengan gerakan dan mimik diri sendiri. 

Misalnya, ternyata tangan kamu terlalu banyak bergerak saat ngomong, atau punya kebiasaan mengangkat-angkat alis saat gugup. Nah, gestur dan ekspresi ini bisa kamu latih supaya lebih sesuai.

8. Sering “mempelajari” penyiar televisi dan radio

Gimana, sih, cara supaya bisa tahu ekspresi dan gestur yang tepat atau intonasi dan penyampaian yang sesuai? 

Ya, dengan memperhatikan langsung para profesional, dong. Sempatkanlah waktu kamu untuk memperhatikan dan “mempelajari” mereka di radio, TV, atau live event. 

Trus, punya penyiar idola, sih, boleh-boleh aja. Tapi disarankan, “pelajari” sebanyak-banyaknya penyiar atau pembawa acara yang bagus, supaya kamu punya banyak referensi.

9. “Bermain” merangkai kata

Cara mainnya kira-kira begini: pilih empat kata random yang tidak nyambung, misalnya, beruang, makeup, Taylor Swift, dan DPR. 

Trus, silahkan cuap-cuap merangkai sebuah cerita dengan menggunakan empat kata ini, dengan durasi sekitar 2 menit. Permainan ini bisa mengasah kreativitas, pengetahuan, improvisasi, serta memperluas perbendaharaan kata kamu.

10. Berlatih live report

Kalau kamu tertarik jadi penyiar atau pembawa acara berita, coba, deh, latihan seolah-olah kamu sedang melaporkan dari lokasi kejadian breaking news. 

Kalau lebih tertarik kepada bidang lifestyle, coba kamu (pura-puranya) bikin reportase event musik atau liputan gaya hidup. Soalnya, kalau mendaftar jadi penyiar, biasanya kamu akan dites praktek live report seperti ini.  (Sumber)