Mengenal Angin Puting Beliung
Penampakan Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Kamis (18/12),
yang berhasil diabadikan warga Cisaranten Kota Bandung
(Foto: Twitter)
KAWASAN Bandung Timur porak-poranda diterjang angin puting beliung, Kamis (18/12/2014) sore. Sejumlah rumah rusak, atap beterbangan, sejumlah pohon dan dinding rubuh.

Menurut Wikipedia, puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. 

Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok, di Jawa Barat dikenal sebagai Angin Ribut, Angin Puyuh, Sirit Batara, dan sebutan lainnya. 

Angin jenis lain dengan ukuran lebih besar yang ada di Amerika, yaitu Tornado, dengan kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. 

KAPAN MUNCUL?
Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pacaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Angin ini merupakan ekor awan. Ia terjadi ketika penumpukan awan berpadu dengan perubahan cuaca. Tak heran, puting beliung hampir selalu terjadi saat hujan bercampur petir.

BERAPA KECEPATAN PUTING BELIUNG?
Kebanyakan angin puting beliung punya kecepatan 175 kilometer per jam dengan lebar hingga 75 meter.

Angin ini biasa bergerak hingga berkilo-kilometer sebelum lenyap dengan sendirinya.

Namun, ada juga angin puting beliung yang mempunyai kecepatan hingga 480 kilometer per jam dengan lebar lebih dari 1,6 kilometer dan bergerak sejauh 100 kilometer.

KENAPA DINAMAKAN PUTING BELIUNG?
Sejumlah sumber menyebutkan, sebutan puting beliung berasal dari nama alat pertukangan tradisional yang menyerupai kampak, terbuat dari batu atau besi Bagian pangkal dari mata beliung itu bentuknya runcing oleh sebab itu disebut puting. 

Oleh karena bentuk putaran tornado yang meruncing di bagian pangkal beliung, maka muncullah julukan angin putting beliung.

Angin puting beliung merupakan fenomena alam, kehendak Tuhan, maka perbanyak amal baik dan doa agar kita terhindari dari musibah akibat terjangan angin yang menyeramkan ini.*