Kasus Anak-Anak Positif Covid-19 di Bandung Meningkat, Waspadai Klaster Bermain!

Kasus Anak-Anak Positif Covid-19 di Bandung Meningkat, Waspadai Klaster Bermain!

Kasus positif Covid-19 di kalangan anak-anak di Kota Bandung mengalami kenaikan cukup signifikan.

Menurut dokter spesialisasi anak disalah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung menyebutkan dalam satu hari menerima sedikitnya dua puluh anak yang positif covid-19.

“ Bulan lalu masih biasa saja, namun dua minggu terakhir ini, terjadi peningkatan kasus anak positif sangat tinggi. Dalam satu hari bisa menangani dua puluh anak, dan hasil pemeriksaan positif covid-19 ” ujar dokter spesialis anak, Iva Noviana Fitrya..

Ia menambahkan peningkatan kasus positif Covid-19 pada anak ditengarai umumnya berasal dari klaster keluarga. Dimana bisa terjadi adanya penularan dari orang tua yang masih pulang pergi bekerja atau dari acara-acara keluarga.

Iva pun meminta pihak keluarga mewaspadai adanya klaster bermain. Dimana penularan anak positif Covid-19 biasa saja terjadi karena teman bermainnya.

Angka kasus positif covid 19 di Kota Bandung hingga per hari ini, Total dua puluh empat ribu tiga ratus delapan puluh serta penambahan dalam satu pekan ada seribu tujuh ratus delapan puluh tiga kasus yang terkonfirmasi.

Kasus terus mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir, dimana banyak masyarakat yang abai protokol kesehatan.

Berdasarkan data secara nasional, sudah ada enam ribu enam ratus enam puluh tiga anak yang terkonfirmasi positif covid 19.

Masyarakat diminta agar tetap menerapkan protokol kesehatan termasuk di dalam rumah guna mencegah penyebaran Covid- 19 di klaster keluarga dan klaster bermain. (Antv)

Cara Merawat Anak Positif Covid-19

Dilansir Okezone, isolasi mandiri pada anak yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala, menjadi pilihan terbaik yang bisa dilakukan oleh para orangtua. 

Merangkum dari laman Instagram Pemprov DKI, @dkijakarta, Kamis (1/7/2021), berikut tips isolasi mandiri jika anak terinfeksi Covid-19.

1. Tentukan zona pasien dan pisahkan dengan zona bersih di rumah, meliputi kamar tidur, kamar mandi, dan area bermain anak. Bila tidak memungkinkan zona terpisah, upayakan jarak minimal satu meter dengan anak yang sakit.

2. Upayakan ventilasi yang baik untuk pergantian udara.

3. Bila harus memakai kamar mandi bersama, upayakan anak yang positif memakai paling akhir dan beri jarak dengan pemakai kamar mandi berikutnya.

4. Anak usia 2 tahun ke atas atau yang sudah pandai menggunakan masker, dianjurkan menggunakan masker dengan tepat.

5. Berikan 'istirahat masker' apabila anak di ruang sendiri.

6. Masker tidak perlu digunakan pada anak kecil saat tidur.

7. Pengasuh di ruang yang sama harus selalu menggunakan masker, pelindung mata, sarung tangan sekali pakai, dan celemek sekali pakai atau baju luar yang dapat dicuci.

8. Pengasuh mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah berinteraksi dengan anak.

9. Tetap sedapat mungkin menjaga jarak (termasuk saat tidur), terutama bila pengasuh negatif.

10. Buang masker dan sarung tangan di tempat plastik khusus dan buang di tempat sampah berbeda.

11. Bila orangtua atau pengasuh harus merawat anak lain yang negatif, maka wajib mandi dan ganti baju terlebih dahulu.

12. Cuci pakaian anak dan baju luar pengasuh secara terpisah dengan air hangat dan deterjen.

13. Jangan memakan makanan sisa anak atau makan dengan alat makan anak.

14. Pengasuh atau orangtua juga wajib menjaga kesehatan dan minum suplemen.*


0 Comments

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post